Free Palestine! Ratusan Mahasiswa dan Rektor UMMUBA Gelar Aksi Bela Palestina

Universitas Muhammadiyah Muara Bungo (Ummuba) melakukan aksi damai bela Palestina. Kegiatan yang digelar di depan Kampus 1 Ummuba, Selasa (7/5) diikuti Ketua Muhammadiyah Bungo Dr Triolit Zuliansyah, S.p.THT, Rektor UMMUBA Renda Lestari, M.Ed, Warek Puput, M.Pd, Warek Dr Afrizan, Zirul Habibi Ketua IMM Bungo dan seluruh civitas akademika Ummuba serta ratusan Mahasiswa UMMUBA.

Free Palestine! Ratusan Mahasiswa dan Rektor UMMUBA Gelar Aksi Bela Palestina
Aksi Bela Palestina dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Muara Bungo diikuti ratusan Mahasiswa dan Rektor. (Ado/brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Universitas Muhammadiyah Muara Bungo (Ummuba) melakukan aksi damai bela Palestina. Kegiatan yang digelar di depan Kampus 1 Ummuba, Selasa (7/5) diikuti Ketua Muhammadiyah Bungo Dr Triolit Zuliansyah, SpTHT, Rektor UMMUBA Renda Lestari, M.Ed, Warek Puput, M.Pd, Warek Dr Afrizan, Zirul Habibi Ketua IMM Bungo dan seluruh civitas akademika Ummuba serta ratusan Mahasiswa UMMUBA.

Aksi ini bertujuan untuk menghentikan konflik kemanusiaan jangka panjang yang dilakukan oleh Israel kepada Palestina secara brutal. 

Dalam kesempatan itu Ketua Muhammadiyah Bungo Triolit Zuliansyah menegaskan bahwa kemerdekaan Palestina adalah hal yak mutlak. Dirinya mengutuk keras apapun yang dilakukan oleh Israel dan menyebutkan sebagai pelanggar HAM. 

"Free free Palestine, kemerdekaan Palestina adalah hal penting, sebagai sesama manusia, dan umat Muslim tentu kita bela Palestina. Karena apa yang dilakukan Israel dengan mengagresi Palestina adalah perbuatan yang melanggar, bahkan biadab. Maka dari itu mari kita bantu sisihkan juga untuk membantu Palestina ," harapnya dengan membara.

Kemudian Rektor UMMUBA Renda Lestari, M.Ed, menyampaikan pernyataan sikap FR PTMA

8 poin pernyataan sikap FR PTMA bela Palestina

Hampir satu abad konflik Israel-Palestina tidak berakhir selamanya. Hal ini tidak lepas dari misi Zionis Israel untuk menguasai tanah Palestina. Berbagai serangan, memilih, pengusiran, dan pembunuhan dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. 

Sejak 7 Oktober 2023 hingga saat ini, agresi dan serangan militer Israel terhadap warga Palestina merupakan serangan yang paling keji, biadab, dan brutal dalam sejarah konflik Israel dan Palestina. Korban terbunuh telah mencapai hampir 35.000 orang dan terluka mencapai lebih dari 77.867 orang, yang sebagian besar korbannya adalah perempuan dan anak-anak. Bahkan saat ini, sebagian besar jalur Gaza telah menjadi puing-puing. Pasokan makanan dan bantuan kemanusiaan ke Palestina dilindungi dan dibatasi secara ketat oleh tentara Israel, sehingga kelaparan menjadi pemandangan yang sangat memilukan.

Ironisnya, tindakan yang dilakukan Israel terhadap Palestina justru mendapat pembiaran dan dukungan dari negara-negara seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat.

Menyikapi hal tersebut, Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah menyatakan sikap tegasnya sebagai berikut:

1. Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia, yang tergabung dalam Forum Rektor PTMA mengutuk keras Israel atas agresi dan serangan militer yang sangat tidak proporsional, penangkapan massal terhadapa Warga sipil Palestina, perusakan berbagai fasilitas umum, utamanya fasilitas kesehatan, serta blokade bantuan kemanusiaan.

2. Mengapresiasi sebesar-besarnya dukungan mahasiswa, dosen, dan guru besar di seluruh dunia yang sudah berani menyuarakan hati nurani dan akal sehatnya menolak kejahatan genocide Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina.

3. Mengecam keras sikap Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, dan negaranegara serta pihak-pihak lainnya yang terus memberikan dukungan dan bantuan terhadap Israel dalam agresi dan penyerangan terhadap Palestina.

4. Meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memaksa dan memfasilitasi perundingan dan gencatan senjata Israel dan Palestina.

5. Mendukung Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) mengadili Benjamin Netanyahu dan tokoh-tokoh Israel lainnya yang terlibat dalam genocide warga Palestina.

6. Mengecam Organisasi Kerja Sama Islam, Rabithah Alam Islami, dan negaranegara Arab yang bersikap lemah dan cenderung membiarkan Israel secara leluasa melakukan penyerangan dan pembunuhan hanya untuk kepentingan salam negeri mereka sendiri.

7. Mengapresiasi atas konsistensi dan keberanian Menteri Luar Negeri RI dalam

berbagai forum dunia untuk terus membela dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina, menolak kejahatan Israel, serta mengkritik keras kemunafikan Barat dalam kasus konflik Israel-Palestina.

8. Meminta kepada Pemerintah Indonesia, untuk tidak berpikir sedikit pun dan apalagi melakukan langkah-langkah politik untuk membuka hubungan diplomatik dengan negara agresor dan pelaku genocide, Israel.

9. Atas nama hak asasi manusia dan amanat Konstitusi Republik Indonesia yang menegaskan bahwa segala bentuk penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan, serta aspek historis relasi Palestina dan Indonesia melalui Prof. Kahar Muzakir(Muhammadiyah), kami meminta agar Pemerintah Indonesia memperkuat jalinan

diplomasi dengan negara-negara lain untuk mewujudkan lahirnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

10. Mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk terus memberikan

perhatian serius terhadap perkembangan konflik Israel dan Palestina, dengan terus memberikan bantuan moral, material, dan spiritual terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Demikian pernyataan sikap Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. 

Kegiatan dilanjutkan dengan orasi Dekan FKIP UMMUBA Diana Oktaviani, orasi Ketua IMM, dan BEM ditutup dengan pembacaan doa serta hasil donasi untuk Palestina sebesar Rp2 juta yang akan disampaikan kepada LAZISMU PWM Jambi. (redaksi)