Ini Alasan Anies Ganti Nama Tiga Pulau Bekas Reklamasi Jakarta

Ini Alasan Anies Ganti Nama Tiga Pulau Bekas Reklamasi Jakarta

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan penamaan tiga pulau bekas reklamasi yaitu kawasan Pantai Kita, Pantai Maju, Pantai Bersama memiliki makna untuk masa depan.

 

"Ke depan ini menjadi salah satu tempat kita bisa merasakan laut, bisa merasakan pantai dan rasakan kemajuan bersama," kata Anies di Balaikota DKI Jakarta, Senin (26/11)

 

Terkait hal itu, Anies menuturkan maka sesuai dengan semangat bahwa Jakarta adalah untuk kita maju bersama.

 

"Itulah spirit yang ada disini, ini adalah tempat yang baru sama sekali tidak ada sejarah karena kita justru menengok ke depan. Ini adalah pulau kita untuk merasakan kemajuan bersama," ujar Gubernur DKI.

 

Ketiga kawasan pantai tersebut pengelolaanya akan diserahkan kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk menyusun perencanaan dengan persentasen pengelolaan sekitar 65 persen.

 

Sedangkan penataan kelurahannya untuk tiga kawasan pantai tersebut, sekarang masih masuk di dalam kelurahan Kamal Muara dengan Kecamatan Penjaringan dan Pluit.

 

"Nantinya ini belum menjadi sebuah kelurahan tersendiri, bisa menjadi kelurahan sendiri bila memenuhi syarat salah satunya alasan juga jumlah penduduk bila nanti akan ada penduduk di tempat itu," ungkap Anies.

 

Nama pulau yang paling barat pulau namanya Kita, kawasan yang tengah Maju, dan yang paling timur yakni Bersama.

 

"Nanti kalau mau pergi ke sana sebutnya nanti pergi ke Pulau Kita. Insya Allah ini jadi milik kita semua dan akses ke sana, nanti Jakpro mulai bertugas akan dibuka sehingga publik nantinya akan bisa mengakses kawasan pantai," katanya.

 

Proses pembangunan di kawasan tersebut akan disegerakan oleh Jakpro yang sifat pembangunan permanen tetapi pembangunan infrastruktur dasar, sehingga warga bisa memasuki pulau.

 

Misalnya infrastruktur dasar yaitu jalan kemudian untuk kendaraan, untuk pejalan kaki maupun jalan untuk sepeda.

 

"Kalau mengenai pembangunan infrastruktur lainnya harus menunggu selesainya panduan rancang kota. Sebelum itu selesai, nanti kita tidak melakukan kegiatan pembangunan yang sifatnya permanen," ucap Anies. (red)