KPK Periksa Dua Staf KONI Terkait Dana Pendampingan Atlet

KPK Periksa Dua Staf KONI Terkait Dana Pendampingan Atlet

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkonfirmasi saksi soal pengajuan sejumlah proposal dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga terkait dana pengawasan dan pendampingan (wasping) atlet.

KPK pada Kamis (3/1) memeriksa dua saksi dari KONI untuk tersangka Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy (EFH) dalam penyidikan kasus suap penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI Tahun Anggaran 2018.

"Untuk dua orang saksi dari KONI, penyidik mendalami pengetahuan para saksi tentang pengajuan proposal-proposal dari KONI kepada Kemenpora terkait dana wasping atlet," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis.

Dua saksi itu, yakni Staf Bagian Perencanaan KONI Twisyono dan Staf Bidang Perencanaan KONI Suradi.

Selain itu, KPK pada Kamis juga memeriksa Miftahul Ulum yang merupakan Staf Pribadi Menteri juga sebagai saksi untuk tersangka Ending Fuad Hamidy.

"Terhadap saksi Miftahul Ulum, kami mendalami lebih lanjut bagaimana peran serta posisinya dalam kepegawaian seperti apa, misalnya staf pegawai Kemenpora, asisten pribadi atau staf pribadi Menteri serta apa yang diketahuinya terkait dana hibah di Kemenpora terhadap KONI" ucap Febri.

Dalam pengembangan kasus itu, KPK telah mengidentifikasi peruntukan dana hibah dari Kemenpora ke KONI tersebut akan digunakan untuk pembiayaan pengawasan dan pendampingan atau wasping.

Adapun pembiayan wasping tersebut mencakup antara lain penyusunan instrumen dan pengelolaan "database" berbasis android bagi atlet berprestasi dan pelatih berprestasi multi event internasional.

Selanjutnya, penyusunan instrumen dan evaluasi hasil monitoring dan evaluasi atlet berprestasi menuju SEA Games 2019.

Terakhir, penyusunan buku-buku pendukung wasping peningkatan prestasi olahraga nasional. (RED)