PKB Merasa Kehilangan Meninggalnya Herman Sikumbang

PKB Merasa Kehilangan Meninggalnya Herman Sikumbang

BRITO.ID, BERITA TERNATE - DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merasa kehilangan atas meninggalnya Herman Sikumbang akibat tsunami di Pantai Lesung Selat Sunda karena yang bersangkutan Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR-RI Dapil Maluku Utara.

"Herman merupakan energi positif bagi PKB untuk mendulang suara di Pileg 2019, tetapi Sang Pencipta terlebih dahulu memanggilnya," kata Koordinator Daerah Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPP PKB Abdurahman Lahabato di Ternate, Senin (24/12).

Herman Sikumbang dalam tsunami di Pantai Lesung Selat Sunda, bersama grup band Seventeen, tengah mengisi acara Gathering PLN Transmisi Jawa Barat-Banten.

Menurut Lahabato, Herman memiliki kenangan tersendiri karena sebagai gitaris band Seventeen, yang bersangkutan juga meluangkan waktu ke Ternate untuk menyosialisasikan diri maju sebagai Caleg DPR-RI melalui PKB.

"Sudah dua kali bertemu dengan Herman di acara pelantikan Keluarga Alumni PMII bersama Menpora Imam Nahrawi di Ternate dan sosialisasi partai dan pertemuan ini sangat berkesan," kata Lahabato yang juga mantan wartawan tersebut.

Dia mengatakan Herman Sikumbang salah satu sosok anak muda yang diharapkan bisa menggaet suara signifikan pada Pemilu Legislatif 2019, terutama bagi kalangan milineal.

Oleh karena itu, seluruh jajaran pengurus dan simpatisan PKB di wilayah Malut merasa kehilangan atas meninggalnya kader terbaik, Herman Sikumbang, akibat bencana alam itu.

Herman Sikumbang yang lahir di Tidore, 17 Maret 1982 tersebut, meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih balita, merupakan putra dari pasangan Syahril Sikumbang dan Murni S. Conoras. Ia meniti karir di dunia musik dan tercatat sebagai Caleg PKB DPR-RI Dapil Malut nomor urut 2.

Bahkan, pentolan dan pendiri band Seventeen itu, akan diterbangkan dari Jakarta untuk dikebumikan di tanah kelahirannya di Kota Tidore Kepulauan pada Senin (24/12).

Suasana di kediaman orang tua Herman Sikumbang saat ini telah ramai didatangi ratusan keluarga besarnya untuk menyiapkan pemakaman serta melakukan pengajian. (RED)