Tak Terima Ditilang Pemuda Ini Ancam Bunuh Polantas Merangin Pakai Sajam

Tak Terima Ditilang Pemuda Ini Ancam Bunuh Polantas Merangin Pakai Sajam

BRITO.ID, BERITA MERANGIN - Sutrisno (20), warga Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun harus mendekam di tahanan Mapolres Merangin. Dia mengancam membunuh aparat kepolisian menggunakan senjata tajam.

Kejadian pengancaman yang dilakukan Sutrisno kepada aparat kepolisian lalu lintas, Kamis (7/3) sekira pukul 12.00 Wib. Saat itu pelaku bersama istrinya berangkat dari Pasar Baru ingin pulang ke kediamannya yang berada di Desa Mentawak Baru.

Sampai di simpang mpat lampu merah kantor Bupati Merangin, pelapor Bripda Deri Marda Pratama melihat terlapor menggunakan kendaraan melawan arah. Dan bahkan terlapor tidak menggunakan helm serta kaca spion.

Melihat hal tersebut pelapor lalu menghentikan kendaraan terlapor dan langsung menanyakan surat-surat kendaraan terlapor. Saat pelapor memeriksa surat-surat kendaraannya, tiba-tiba terlapor marah dan langsung mengeluarkan senjata tajam yang ada di kendaraannya dan langsung mengarahkan ke arah pelapor.

Melihat kejadian tersebut, teman-teman pelapor yang ada di lokasi kejadian saat itu langsung mengamankan terlapor. Usai kejadian tersebut, pelaku langsung dibawa ke Polres Merangin untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Saat diperiksa pelaku mengaku hilaf dan terbawa emosi hingga nekat ingin membunuh pelapor. "Saya tidak mau kendaraan saya diambil, apalagi saat pak polisi tersebut memberhentikan kendaraan saya langsung mengambil kunci kendaraan saya, ya sontak saya emosi dan mencoba membunuh polisi tersebut," ucap Sutrisno.

Terpisah Kasat Reskrim Iptu Khairunnas membenarkan jika anggotanya telah mengamankan seorang pemuda yang melakukan pengancaman terhadap anggota Sat Lantas. “Pelaku ini marah kendaraannya diamankan karena melanggar lalu lintas. Dan pelaku mencoba untuk membunuh anggota Sat Lantas bernama Bripda Deri menggunakan sajam. Beruntung pelaku langsung diamankan,” jelas Iptu Khairunnas.

Kasat juga menerangkan jika saat ini pelaku masih ditahan di tahanan Mapolres Merangin. "Untuk pelaku akan kita jerat dengan pasal 335 dan 368 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun penjara,” pungkasnya. (red)

Kontributor: Rhizki Okfiandi