Banjir di Sumatera Utara dan Aceh Belum Usai, Staf Khusus Menteri ImiPAS Turun Langsung Salurkan Bantuan

Banjir di Sumatera Utara dan Aceh Belum Usai, Staf Khusus Menteri ImiPAS Turun Langsung Salurkan Bantuan
Mewakili Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ir. H. Abdullah Rasyid, M.E menyerahkan bantuan.

BRITO.ID, BERITA ACEH — Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh hingga kini masih menyisakan dampak serius bagi masyarakat. Meski telah berlangsung beberapa waktu, kondisi di lapangan belum sepenuhnya pulih. Air di sejumlah titik belum surut, akses menuju lokasi terdampak masih terbatas, dan ribuan warga bertahan dalam situasi darurat dengan keterbatasan pangan, air bersih, serta layanan kesehatan.

Situasi tersebut mendorong pemerintah pusat untuk memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak. Mewakili Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ir. H. Abdullah Rasyid, M.E., turun langsung ke lapangan melakukan monitoring sekaligus penyaluran bantuan sosial kepada warga terdampak banjir.

Kehadiran Abdullah Rasyid di wilayah terdampak menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan pemerintah tersalurkan secara tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Selain meninjau langsung kondisi warga, ia juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar di tengah keterbatasan akses dan kondisi wilayah yang masih rawan.

“Bencana ini belum sepenuhnya berakhir. Banyak warga masih bertahan dalam kondisi darurat. Negara harus hadir, memastikan masyarakat tidak berjuang sendiri menghadapi situasi ini,” ujar Abdullah Rasyid di sela-sela kegiatan penyaluran bantuan.

Ia menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan tidak hanya difokuskan pada kebutuhan darurat, seperti bahan pangan dan logistik, tetapi juga sebagai langkah awal untuk mendukung percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. Menurutnya, perhatian pemerintah sangat dibutuhkan, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi.

Banjir yang melanda Sumatera Utara dan Aceh telah berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, merusak infrastruktur, serta mengganggu akses layanan dasar. Oleh karena itu, sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat dinilai menjadi kunci dalam penanganan bencana yang berkelanjutan.

Pemerintah berharap kehadiran langsung pejabat di lapangan dapat memberikan semangat dan rasa aman bagi masyarakat terdampak, sekaligus memastikan bahwa proses penanganan bencana berjalan secara cepat, terkoordinasi, dan berkeadilan.

Hingga kini, upaya penanganan bencana terus dilakukan. Pemerintah mengimbau seluruh pihak untuk terus meningkatkan kepedulian dan solidaritas, mengingat kondisi di lapangan masih membutuhkan perhatian serius. Bencana ini belum berakhir, dan masyarakat terdampak membutuhkan dukungan bersama untuk bangkit kembali.

(Ari Widodo)