Brigif TP 34 Cakra Buana Perkuat Profesionalisme Prajurit Melalui Satjar Terpadu, Dari Bela Diri hingga Ketahanan Pangan
BRITO.ID, BERITA BANDUNG – Komando Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) 34/Cakra Buana terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk prajurit yang profesional, tangguh, dan adaptif melalui pelaksanaan Satuan Latihan (Satjar) yang dilaksanakan secara terpadu di seluruh jajaran batalyon.
Berbagai materi latihan digelar secara berkesinambungan, mulai dari pencak silat militer, renang militer, penyuluhan hukum, kegiatan ketahanan pangan melalui panen padi bersama masyarakat, patroli patok wilayah, hingga kegiatan sosial berupa santunan anak yatim. Seluruh kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan personel yang tidak hanya berorientasi pada kesiapan tempur, tetapi juga memperkuat karakter, disiplin, kepedulian sosial, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Yonif TP 839/Satria Abyakta melaksanakan latihan renang militer guna meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai karakteristik medan, khususnya wilayah perairan. Sementara Yonif TP 889/Gagak Winangsingih menunjukkan perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui kegiatan panen padi bersama masyarakat.
Di sisi lain, Yonif TP 890/Gardha Sakti menerima penyuluhan hukum dari Kakumdam III/Siliwangi sebagai upaya meningkatkan kesadaran hukum, disiplin, serta profesionalisme prajurit dalam menjalankan tugas. Yonif TP 939/Macan Putih juga menggelar santunan anak yatim di Pondok Pesantren Sulalatul Huda sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat. Sedangkan Yonif TP 940/Jaya Negara mengasah kemampuan navigasi darat dan pengamanan wilayah melalui latihan patroli patok di lapangan.

Selain itu, seluruh prajurit Brigif TP 34/Cakra Buana juga melaksanakan latihan pencak silat militer sebagai bagian dari pembinaan kemampuan tempur perorangan untuk meningkatkan kesiapan operasional sekaligus membentuk mental juang yang tangguh.
Komandan Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan 34/Cakra Buana, Kolonel Inf Arief Widyanto, S.E., M.Han, menegaskan bahwa seluruh program latihan yang dilaksanakan merupakan investasi sumber daya manusia prajurit agar siap menghadapi berbagai dinamika tugas di masa depan.
"Pembinaan satuan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan tempur, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, loyalitas, dan jiwa pengabdian prajurit kepada bangsa dan negara. Seorang prajurit harus memiliki fisik yang prima, mental yang kuat, profesional dalam menjalankan tugas, serta mampu hadir memberikan manfaat bagi masyarakat di mana pun bertugas," ujar Kolonel Inf Arief Widyanto.
Ia menambahkan bahwa konsep pembinaan Brigif TP 34/Cakra Buana mengedepankan keseimbangan antara kemampuan militer, wawasan hukum, kepedulian sosial, serta dukungan terhadap program strategis pemerintah, termasuk ketahanan pangan nasional.
"Kami ingin setiap prajurit Brigif TP 34/Cakra Buana menjadi prajurit yang dicintai rakyat, profesional dalam bertugas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta selalu siap menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tambahnya.
Melalui rangkaian Satjar tersebut, Brigif TP 34/Cakra Buana terus memperkuat kesiapan satuan sekaligus membangun sinergi dengan masyarakat. Semangat Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI menjadi landasan utama dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga prajurit tidak hanya menjadi garda terdepan pertahanan negara, tetapi juga solusi bagi masyarakat di wilayah penugasan.
(Redaksi)

Ari W