Inilah 4 Cerita misteri Gunung Agung di Bali

Gunung Agung salah satu destinasi wisata di Bali. Wisatawan pun banyak yang sengaja datang ke Bali untuk mendaki gunung tersebut.

Inilah 4 Cerita misteri Gunung Agung di Bali

BRITO.ID - Gunung Agung salah satu destinasi wisata di Bali. Wisatawan pun banyak yang sengaja datang ke Bali untuk mendaki gunung tersebut.

Namun belakangan, Gunung Agung yang terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali kerap erupsi. Sehingga pendakian atau wisata terpaksa ditutup. Tapi di balik itu ada cerita misteri tentang Gunung Agung yang dipercayai masyarakat, berikut rangkumannya:

  1. MISTERI KERA PUTIH

    Kera putih dianggap sakral oleh warga Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. Hal ini lantaran mereka percaya kera jenis ini adalah utusan dari Ida Batara yang menjaga keutuhan Gunung Agung.

    Di Bali kera putih disebut 'sang wenara petak' atau bojong putih. Konon saat gunung akan meletus biasanya hewan tersebut akan menampakkan diri kepada warga sekitar sebagai peringatan bahaya. Selain itu, bojong putih juga dikenal sebagai pembawa berita baik. Di mana biasanya muncul di hari-hari besar seperti dalam ritual karya pujawali di Pura Pasar Agung yang diadakan setahun sekali.

  2. BAWA MAKANAN KE GUNUNG TIDAK BOLEH JUMLAH GANJIL

    Warga sekitar Gunung Agung di Bali mempercayai jika mendaki harus membawa makanan dengan jumlah genap. Artinya setiap pendaki tidak boleh membawa makanan berjumlah ganjil.

    Entah ada misteri apa di balik gunung dengan makanan genap tersebut. Namun yang pasti ini harus dijalankan.

  3. DILARANG BAWA DAGING SAPI



     

    Pendaki yang akan ke Gunung Agung dilarang untuk membawa bekal daging sapi. Konon membawa daging sapi ke gunung akan membuat marah penunggu gaib gunung.

    Selain itu dewa-dewa yang bernaung disana juga akan murka. Terlebih lagi dilerengnya terdapat pura Besakih yang suci. Warga dari Agama Hindu Bali selalu menghindari memakan daging sapi karena bagi mereka sapi adalah hewan yang mulia.
     

  4. HARUS DITEMANI ORANG SUCI

    Ketika ingin mendaki Gunung Agung, pendaki harus ditemani oleh orang suci. Orang yang dianggap suci itu pendeta atau orang tertentu yang disucikan. Hal ini karena Gunung Agung dianggap suci oleh warga Bali. Di mana tidak sembarang orang bisa mendaki tanpa izin. Sebab jika tidak malapetaka pun akan datang.

    Wanita yang tengah datang bulan juga dilarang keras untuk menaiki gunung tersebut. Bagi warga bali Gunung adalah simbol purusa atau laki-laki sedangkan laut adalah ibu. Dengan begitu gunung ini lebih memprioritaskan bagi laki-laki.