Kondisi Taman Rimba Jambi Tak Terurus, Plt Kepala UPTD: Sudah Tidak Layak Dihuni Lagi

Kandang di Taman Rimba Jambi sudah tidak layak lagi dihuni para satwa. Pasalnya kondisinya sudah berkarat, dan ruangnya sempit untuk satwa bergerak.

Kondisi Taman Rimba Jambi Tak Terurus, Plt Kepala UPTD: Sudah Tidak Layak Dihuni Lagi
Tampak Salah Satu Buaya yang Menjadi Satwa Penghuni di Taman Rimba Jambi (ist)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Kandang di Taman Rimba Jambi sudah tidak layak lagi dihuni para satwa. Pasalnya kondisinya sudah berkarat, dan ruangnya sempit untuk satwa bergerak. 

Untuk diketahui, satwa buaya yang menghuni Taman Rimba Jambi tersebut berjumlah 5 ekor, yakni 3 ekor buaya senyulong dan 2 ekor buaya muara. 

Sebagai reptil besar, buaya tentunya harus hidup di habitat alaminya seperti di air tawar di sungai, payau, danau, rawa dan lainnya. Bahkan, buaya juga ketergantungan terhadap daratan dikarena aktivitas buaya untuk berjemur dan bertelur.

Plt Kepala UPTD Taman Rimba Jambi, Mayong saat dikonfirmasi menyatakan, secara umun kondisi kandang Taman Rimba ini tak layak untuk dihuni dan jumlah satwa berlebihan sehingga kesejahteraannya kurang. 

"Hampir seluruh kandang di sini tidak layak. Sudah berusia 25 tahun. Kandang buaya, misalnya. Memang seharusnya cepat diganti," katanya, Rabu 8 Agustus 2021.

Dikatakan Mayong, bahwa pihaknya sudah berkali-kali mengajukan renovasi atau perbaikan kandang di Taman Rimba Jambi. Sayangnya, Pemerintah Provinsi Jambi belum membangun tempat yang layak untuk sekitar 300 satwa di kebun binatang tersebut. 
"Mungkin karena anggaran dah terbatas," ujarnya. 

Menurut dia, setidaknya Pemerintah Provinsi kemungkinan bakal menyiapkan kandang klinik dan gudang pakan. 

"Ini diperlukan, karena kandang pakan kita kadang terendam saat hujan. Di APBD perubahan ini sudah kita usulkan. Yang jelas kandang klinik dan gudang pakan," ungkapnya. 

Secara terpisah, Tengku Tharmizi, dokter hewan yang bertugas di Taman Rimba Jambi menuturkan, kandang satwa di Taman Rimba ini, khususnya buaya merupakan salah satu tempat yang tidak layak. 

Sebab, kandang buaya di kebun binatang tersebut, memiliki ruang yang sempit untuk buaya berenang dan berjemur. Akibatnya, pertumbuhan fisik buaya terhambat, tentu membuat kondisi psikisnya dapat terganggu. 

"Tidak leluasa untuk bergerak. Ada saatnya buaya berenang dan berjemur," pungkasnya. 

Kontributor: Loadry Apryaldo
Editor: Rhizki Okfiandi