YLBHI Somasi BPJS Kesehatan Terkait Iklan Joker, ODGJ Bukan Pelaku Kriminal

YLBHI Somasi BPJS Kesehatan Terkait Iklan Joker, ODGJ Bukan Pelaku Kriminal
Karakter Joker dibuat BPJS kesehatan. (Ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - YLBHI dan sejumlah komunitas peduli kesehatan jiwa melayangkan somasi ke Dirut BPJS Kesehatan terkait postingan yang mengaitkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dengan karakter fiksi Joker. YLBHI menjelaskan, ODGJ bukanlah pelaku kriminal. 

"Bahwa dalam perundang-undangan yang mengatur tentang ODGJ/PDM, tidak satupun yang menyatakan ODGJ/PDM serta merta adalah pelaku tindak pidana atau kriminal, ataupun dapat menjurus kepada perilaku tindak pidana," bunyi dalam somasi tersebut seperti yang dilihat, Kamis (10/10/2019). 

YLBHI dkk menyayangkan dengan iklan BPJS Kesehatan yang seolah menggambarkan seorang ODGJ yang tidak mendapatkan perawatan akan menjadi seperti Joker. Padahal, menurut YLBHI, Joker menjadi tokoh kriminal dilatarbelakangi sejarah penyiksaan terhadap karakter fiksi ciptaan Bill Finger, Bob Kane, dan Jerry Robinson itu. 

"Bahwa tokoh fiksi Joker adalah penggambaran individu pribadi yang memang mempunyai kelainan mental psikopat, tapi juga dibentuk oleh sejarah penyiksaan terhadap dirinya, yang dalam kasus dan bagi dirinya pribadi, Joker menjadi seorang tokoh kriminal atau pelaku tindak pidana," lanjutnya. 

"Bahwa Tindak Pidana (strafbaar feit) dapat terjadi dengan berbagai faktor yang mempengaruhi seorang pelaku tindak pidana (kriminal), dan ketentuan ini berlaku bagi semua orang (naturlijk person) bahkan terhadap pelaku tindak pidana yang berbentuk badan hukum (recht person)," demikian bunyi somasi tersebut.

Karena itu, menurut YLBHI dkk, tidak pantas jika kemudian BPJS Kesehatan menyamakan ODGJ dengan Joker. Hal itu, seolah membentuk stigmatisasi terhadap ODGJ sebagai pelaku kriminal yang akan menyebabkan munculnya diskriminasi. 

"Bahwa tidak dengan serta merta, seorang ODGJ/PDM adalah pelaku tindak pidana atau kriminal. Bahkan tidak serta merta juga menjadi ODGJ/PDM berarti berpotensi menjadi kriminal, yang dalam hal ini, iklan layanan masyarakat BPJS seperti disebut di atas, digambarkan sebagai tokoh fiksi Joker. Bahwa mempersamakan ODGJ/PDM dengan tokoh fiksi Joker adalah kesesatan ilmu dan kesesatan logika berpikir," katanya seperti ditulis detikcom (RED)