Komisi lll DPRD Tanjab Timur Jajaki Kerjasama Penyaluran Tenaga Kerja Lulusan BLK ke Industri Batam
BRITO.ID, BERITA BATAM - Komisi III DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur mendorong penguatan kerja sama penyaluran tenaga kerja antara Pemerintah Kabupaten Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Batam guna membuka peluang kerja bagi lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) Tanjabtim di sektor industri Kota Batam.
Dorongan tersebut disampaikan saat konsultasi dan koordinasi terkait sinkronisasi kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja di Kota Batam.
Sekretaris Komisi III DPRD Tanjabtim, Muhammad Samin bersama Usman, Sulpani dan Danny Dwi Anggara mengatakan, Batam sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia memiliki peluang besar bagi tenaga kerja asal daerah, khususnya lulusan pelatihan keterampilan dari BLK Tanjabtim.
“Kami melihat kebutuhan tenaga kerja industri di Batam cukup tinggi. Ini menjadi peluang besar bagi putra-putri daerah Tanjabtim yang telah mengikuti pelatihan di BLK agar dapat terserap ke dunia kerja,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini tantangan utama tenaga kerja daerah bukan hanya keterampilan, tetapi juga akses terhadap informasi dan jaringan penempatan kerja. Karena itu, Komisi III mendorong adanya kerja sama konkret antara pemerintah daerah dengan Disnaker Kota Batam maupun perusahaan industri.
“Kami berharap ada pola kerja sama resmi, baik dalam bentuk MoU, penyaluran tenaga kerja, magang industri, maupun sinkronisasi pelatihan berbasis kebutuhan perusahaan di Batam,” katanya.

Senada dengan itu, politisi Partai Gerindra, Usman, mengatakan program pelatihan di BLK harus disesuaikan dengan kebutuhan riil industri agar lulusan memiliki kompetensi yang siap pakai dan mampu bersaing di kawasan industri.
Selain itu, Komisi III juga mendorong peningkatan pelatihan berbasis sertifikasi kompetensi seperti pengelasan, operator industri, kelistrikan, teknik manufaktur, hingga keterampilan pendukung industri lainnya yang banyak dibutuhkan perusahaan di Batam.
"Sudah saatnya pelatihan di BLK Tanjabtim, diseleraskan dengan kebutuhan tenaga kerja di Kota Batam sehingga lulusan BLK Tanjabtim langsung bisa bekerja di Batam. Kami telah mengawali pembicaraan ini dengan Disnaker Kota Batam, mereka siap bekerjasama dalam hal ini," tandasnya.
Ditambahkan Sulpani yang diaminkan Danny Dwi Anggara, kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi angka pengangguran, tetapi juga meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat Tanjabtim.
“Kami ingin tenaga kerja lokal memiliki daya saing dan mendapatkan peluang kerja yang lebih luas. Ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas SDM daerah,” pungkasnya. (*)

Ari W