Anggota Komisi V DPR Edi Purwanto Soroti Inovasi Listrik Desa Tanjung Kasri: Sudah 15 Tahun Mandiri Energi Berbasis Mikrohidro

Anggota Komisi V DPR Edi Purwanto Soroti Inovasi Listrik Desa Tanjung Kasri: Sudah 15 Tahun Mandiri Energi Berbasis Mikrohidro
Edi Purwanto.

BRITO.ID, BERITA JAKARTA — Dalam rapat kerja Komisi V DPR RI bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, salah satu anggota DPR menyoroti persoalan klasik yang hingga kini masih dialami sejumlah desa, yaitu belum meratanya akses listrik. Di tengah persoalan tersebut, ia mencontohkan satu desa yang berhasil menunjukkan kemandirian energi luar biasa: Desa Tanjung Kasri di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Jambi.

Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Desa Tanjung Kasri selama 15 tahun terakhir memanfaatkan aliran Sungai Nyabu sebagai sumber energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Pembangkit ini mengaliri listrik ke 132 rumah, beroperasi 24 jam penuh, dan warga hanya dikenakan biaya sekitar Rp100 ribu per bulan.

“Inovasi ini seharusnya menjadi contoh nasional. Desa ini mampu mandiri energi, listrik stabil, dan dikelola oleh BUMDes. Sementara di banyak desa lain, listrik dari PLN masih hidup-mati,” ujarnya dalam rapat.

Dengan gaya santai namun serius, ia sempat melontarkan humor mengenai nama aliran sungai yang menjadi sumber energi tersebut. “Sungai itu namanya Sungai Nyabu, bukan sabu ya,” tuturnya, disambut tawa peserta rapat.

Ia kemudian mendorong Menteri Desa untuk langsung meninjau Desa Tanjung Kasri guna melihat potensi dan keberhasilan inovasi itu. Ia menilai bahwa model PLTMH tersebut layak direplikasi ke desa-desa lain di Indonesia, terutama wilayah yang masih kesulitan akses listrik.

“Kalau ini dijadikan role model dan diadopsi oleh desa lain, saya yakin persoalan listrik desa bisa teratasi lebih cepat. Apalagi terbukti selama 15 tahun ini listrik di Tanjung Kasri lebih stabil daripada yang disuplai PLN,” tambahnya.

Usulan tersebut mendapat perhatian sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian energi desa sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di daerah tertinggal.

(Ari Widodo)