Terduga Jaringan Narkoba Lokal di Bungo Dikendalikan dari Dalam Lapas, Polisi Diminta Bertindak Tegas

Terduga Jaringan Narkoba Lokal di Bungo Dikendalikan dari Dalam Lapas, Polisi Diminta Bertindak Tegas
Ilustrasi. (Dok)

BRITO.ID, BERITA BUNGO – Dugaan keberadaan jaringan narkoba antar kampung kembali mencuat di Kabupaten Bungo. Informasi yang beredar menyebutkan adanya kelompok terorganisir di wilayah Lubuk Simpang dan Lubuk Tenam yang diduga menjadi simpul peredaran narkotika, bahkan dikaitkan dengan narapidana yang sedang menjalani hukuman di luar daerah.

Di Kampung Lubuk Simpang, terdapat kelompok yang disebut-sebut berada di bawah kendali seseorang berinisial M. Nama-nama yang masuk dalam kelompok ini di antaranya R, U, B, JC, BD, dan EP. Mereka diduga aktif menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan distribusi narkotika di tingkat lokal.

Sementara itu, di Kampung Lubuk Tenam, muncul dugaan keberadaan kelompok lain yang dikendalikan oleh S, yang disebut merupakan adik dari seorang narapidana berinisial D, saat ini menjalani masa tahanan di Lapas Tanjung Kusta, Medan. Dua orang yang diduga menjadi pimpinan lapangan dari kelompok ini adalah I dan K, yang dikenal cukup berpengaruh dan sering turun langsung mengatur anak buahnya.

Tak hanya itu, seorang warga berinisial D dari wilayah Pelayang yang kini berada di Lapas Jambi juga turut disebut. D diduga berperan sebagai pemasok narkoba jenis sabu dan pil ekstasi (inek), yang disebut-sebut berada di bawah kendali jaringan milik SHB, yang hingga kini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

(Foto: Istimewa)

Meski belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum, informasi ini telah memicu kekhawatiran warga dan menjadi sorotan di tengah maraknya peredaran narkoba di kalangan generasi muda. Warga berharap pihak berwenang dapat menindaklanjuti temuan ini dengan langkah serius dan menyeluruh.

Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam memberikan informasi apabila mengetahui aktivitas mencurigakan yang mengarah pada peredaran gelap narkotika. Upaya kolaboratif antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam memutus rantai peredaran barang haram tersebut.

(Red)